Islam sering disebut sebagai agama yang sempurna. Penyebutan ini bukan tanpa dasar namun sudah dijelaskan dalam QS. Al-Ma’idah ayat 3 yang berbunyi :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
Ayat ini adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang Haq dan menjadi Rahmatan Lil alamiin, Islam adalah agama yang paling sempurna, buktinya Islam bukan hanya mengajarkan hubungan antara makhluk dengan sang pencipta seperti Shalat, dan ibadah yang lainnya,namun Islam juga mengajarkan dan memperhatikan aspek sosial manusia atau yang biasa disebut dengan :
الناس من وحبل هللا من حبل
“hubungan antara makhluk dengan Tuhan dan hubungan makhluk dengan sesama makhluk.”
dalam kitab Al Arba’una fi Al tasowuf karangan Syekh Abi ‘Abdirrohman As sulami juga menjelaskan tentang pentingnya memiliki Budi pekerti atau etika dalam bergaul dengan sesama manusia baik sesama muslim maupun dengan orang non muslim sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW :
أَوْحَى اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: إِنَّكَ خَلِيلِي، فَحَسِّنْ خُلُقَكَ وَلَوْ مَعَ الْكُفَّارِ، تَدْخُلْ مَدْخَلَ الْأَبْرَارِ؛ فَإِنَّ كَلِمَتِي سَبَقَتْ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ أُظِلَّهُ تَحْتَ عَرْشِي، وَأُسْكِنَهُ حَظِيرَةَ قُدْسِي، وَأُدْنِيهِ مِنْ جِوَارِي.
Dari hadits di atas bisa kita pahami bahwa agama Islam sangat memperhatikan aspek sosial atau kemanusiaan agar terjalinnya hubungan yang baik sesama manusia dengan hidup rukun tidak ada permusuhan diantara manusia. Dijelaskan pula bahwa Allah SWT sangat mencintai sifat dermawan dan membenci sifat bakhil atau kikir terhadap sesama manusia.
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِطَرَفِ عِمَامَتِي مِنْ وَرَائِي، ثُمَّ قَالَ:
يَا عِمْرَانُ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْإِنْفَاقَ وَيُبْغِضُ الْإِقْتَارَ، وَكُلْ وَأَطْعِمْ، وَلَا تُصِرَّهُ صَرًّا فَيَعْسُرَ عَلَيْكَ الطَّلَبُ
وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْبَصَرَ النَّافِذَ عِنْدَ مَجِيءِ الشُّبُهَاتِ، وَالْعَقْلَ الْكَامِلَ عِنْدَ نُزُولِ الشَّهَوَاتِ، وَيُحِبُّ السَّمَاحَةَ وَلَوْ عَلَى تَمَرَاتٍ، وَيُحِبُّ الشَّجَاعَةَ وَلَوْ عَلَى قَتْلِ حَيَّةٍ.
Hadis tersebut mengajarkan bahwa Allah mencintai hamba yang dermawan, memiliki ketajaman berpikir ketika menghadapi perkara syubhat, mampu mengendalikan hawa nafsu, serta bersikap murah hati walaupun dengan pemberian yang sedikit. Selain itu, keberanian dalam kebenaran juga termasuk sifat yang dicintai oleh-Nya.
Nilai-nilai akhlak dan kepedulian sosial inilah yang menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam, membentuk pribadi yang taat kepada Allah sekaligus bermanfaat bagi sesama. Dengan demikian islam sebagai rahmatan lil ‘alamin sangat memperhatikan kehidupan sosial kita dari kewajiban memiliki akhlak atau Budi pekerti yang baik kepada siapapun, Islam juga menganjurkan kita untuk berbagi sesama manusia karena kita makhluk sosial yang semestinya saling membutuhkan satu sama lain.
Oleh : rahman Agil nur zaman
Ikuti perkembangan terbaru seputar akademik, kegiatan santri, dan dinamika organisasi di Ma’had Aly Andalusia melalui website resmi: maalyandalusia.ac.id. dan malyjurnalistik.com
Temukan informasi aktual, artikel inspiratif, dan liputan kegiatan langsung dari sumbernya. Jangan lupa ikuti juga media sosial kami untuk update cepat dan konten menarik setiap harinya.
Follow Media Sosial










Tinggalkan Balasan