Bencana Banjir Sumatra dan Fenomena Kayu Gelondongan

Bencana Banjir Sumatra dan Fenomena Kayu Gelondongan

Beberapa hari terakhir, Indonesia kembali dikejutkan oleh musibah yang sangat memprihatinkan. Sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dilanda banjir bandang yang membawa material lumpur hingga potongan kayu dalam jumlah besar. Data terbaru per 3 Desember 2025 mencatat, “BNPB Update Jumlah Korban Banjir di Sumatra, Meninggal 770 Orang, 463 Dalam Pencarian” (Kompas TV, 3/12/25).

Keanehan muncul ketika material kayu yang terbawa arus diduga bukan sekadar kayu rapuh, melainkan potongan kayu hasil mesin. Meski pemerintah sempat menyampaikan bahwa kayu tersebut berasal dari batang yang rapuh, desakan masyarakat untuk melakukan investigasi mendalam akhirnya membuahkan tindak lanjut. Pemerintah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar rapat khusus membahas fenomena ini. KLH kemudian mencabut dokumen izin lingkungan dan memanggil sekitar delapan perusahaan terkait banyaknya kayu gelondongan yang terseret banjir. Hal ini diberitakan dalam “Banjir Sumatra, MenLH Tarik Dokumen Persetujuan Lingkungan Perusahaan” (CNN Indonesia, 4/12/25).

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, terutama umat Islam, untuk melakukan introspeksi mendalam tentang urgensi menjaga lingkungan demi keseimbangan ekosistem. Allah SWT telah memperingatkan dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Melalui hal itu, Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar anjuran, tetapi kewajiban moral dan religius. Menghindari tindakan seperti illegal logging atau penggundulan hutan secara ilegal adalah bagian dari amanah tersebut. Musibah ini hendaknya menjadi cermin bahwa keserakahan manusia demi keuntungan pribadi dapat berujung pada bencana besar yang menimpa banyak jiwa.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran agar kita lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap alam yang Allah titipkan kepada kita.

Oleh : Muzaki Ahdian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

JURNALISTIK MA’HAD ALY ANDALUSIA

Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia telah mempublish Website “Kompas walimah”

Komunitas penerjemah, Syu’aro dan wadah literasi mahsantri

merupakan placement bagi karya digital Mahasantri Ma’had Aly Andalusia

dikelola Tim Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia

MA’HAD ALY ANDALUSIA

Lembaga pendidikan tinggi  pesantren yang terletak di Jln. Ditowongso, Dsn. Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, 53172

Didirikan Oleh Syaikuna KH. Zuhrul Anam Hisyam

الأخبار اليومية